Join Membership

Jejak Pengabdian 2024–2025: Dari Aspirasi Menuju Implementasi

 

Sepanjang tahun 2024–2025, berbagai agenda strategis telah dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap kegiatan dirancang tidak hanya sebagai agenda formal, tetapi sebagai langkah nyata dalam menjawab kebutuhan publik.

Kunjungan daerah, kegiatan reses, serta pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat menjadi ruang dialog yang produktif. Dari forum-forum tersebut, lahir berbagai masukan dan gagasan yang kemudian diterjemahkan menjadi inisiatif dan dukungan kebijakan.

Fokus utama pengabdian meliputi:

Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari jejak kerja yang berorientasi pada dampak. Dengan semangat keberlanjutan, periode berikutnya akan diarahkan pada peningkatan kualitas program, perluasan jangkauan manfaat, serta optimalisasi sinergi antar lembaga.

Jejak satu tahun ini bukanlah akhir, melainkan fondasi untuk langkah yang lebih besar ke depan.

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan 2024–2025: Kolaborasi, Aksi, dan Dampak Nyata

 

Periode 2024–2025 menjadi fase penting dalam perjalanan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Selama satu tahun terakhir, berbagai program telah dijalankan dengan fokus pada penguatan kolaborasi, peningkatan pelayanan publik, serta perluasan dampak nyata di berbagai sektor.

Melalui kegiatan kunjungan lapangan, dialog bersama masyarakat, serta koordinasi lintas sektor, berbagai aspirasi berhasil dihimpun dan ditindaklanjuti. Program kerja yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada agenda administratif, tetapi juga pada solusi konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Beberapa capaian utama selama periode ini antara lain:

Refleksi satu tahun ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan bahwa setiap langkah kebijakan memberikan manfaat luas dan berkelanjutan.

Komitmen ke depan adalah melanjutkan kerja kolaboratif, memperluas dampak program, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan transparansi.

Pacu Jalur Resmi Masuk 110 Event Unggulan KEN 2025, Bukti Diplomasi Budaya untuk Ekonomi Rakyat

Pada Rabu pagi, 9 Juli 2025, Hendry Munief menghadiri rapat kerja bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Ekonomi Kreatif dengan satu tujuan yang jelas: membawa suara Riau ke pusat pengambilan kebijakan nasional jejak-1-tahun.

Dalam forum tersebut, beliau menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan instrumen strategis pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, momentum viralnya Pacu Jalur adalah sinyal kuat bahwa budaya lokal memiliki kekuatan sebagai soft power diplomacy yang mampu mengangkat citra bangsa sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil. Pacu Jalur 2025 resmi masuk ke dalam daftar 110 Event Unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) jejak-1-tahun. Bagi Hendry Munief, pencapaian ini bukan hanya kemenangan simbolik, tetapi bukti bahwa negara mulai menempatkan tradisi lokal sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan pariwisata.

Masuknya Pacu Jalur ke dalam KEN membawa dampak nyata bagi masyarakat. Lonjakan transaksi UMKM, peningkatan okupansi penginapan, serta pergerakan ekonomi lokal di Kuantan Singingi menjadi bukti bahwa ketika budaya diberi panggung yang layak, ekonomi rakyat ikut tumbuh jejak-1-tahun.

Hendry Munief juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dan sinergi pusat-daerah agar manfaat ekonomi dari event budaya dapat dirasakan secara berkelanjutan jejak-1-tahun. Menurutnya, pembangunan tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus berlanjut pada kebijakan konkret yang memperkuat UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.

“Budaya bukan sekadar tontonan. Ia adalah identitas, kekuatan diplomasi, dan sumber kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Hendry Munief menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dan penguatan potensi daerah di tingkat nasional.